Kembali ke semua artikel

/ Teknologi Kesehatan

Accession Number Otomatis di File DICOM — Tanpa Edit Manual

Kalau tim IT masih edit file .dcm satu per satu untuk inject accession number, itu bukan workflow — itu workaround. Pelajari kenapa masalah ini terjadi dan bagaimana alur yang seharusnya bekerja.

Satu Pintu Digital Catatan praktis untuk keputusan digital yang lebih terukur.
Oleh Satu Pintu Digital Diperbarui 19 September 2026 7 menit baca
Accession Number Otomatis di File DICOM — Tanpa Edit Manual
Teknologi Kesehatan catatan digital Satu Pintu Digital

Jawaban singkat

Yang perlu dipahami sebelum membaca lebih jauh

  • Accession number otomatis dicapai melalui Modality Worklist — modalitas mengambil order dari PACS dan accession number otomatis masuk ke metadata DICOM saat pemeriksaan dilakukan.
  • Kalau accession number harus diedit manual di file .dcm, itu pertanda alur worklist belum berjalan dengan benar antara SIMRS, PACS, dan modalitas.

Kalau setiap pemeriksaan butuh edit .dcm manual, itu bukan workflow

Setiap hari, di banyak tim IT rumah sakit di Indonesia, ada seseorang yang membuka MicroDicom atau menjalankan perintah dcmmodify di command prompt untuk mengisi atau mengubah accession number di file DICOM satu per satu — sebelum file itu bisa dikirim ke SATUSEHAT.

Kalau Anda salah satu dari mereka, artikel ini penting untuk dibaca. Bukan karena prosesnya salah — tapi karena ada cara yang seharusnya, dan edit manual bukan bagian dari cara itu.

Apa itu accession number dan kenapa ia kritis?

Accession number adalah identifier unik untuk satu pemeriksaan radiologi. Ia menjadi “lem” yang menghubungkan tiga titik berbeda:

  1. Order di SIMRS — ketika dokter atau admin mendaftarkan pemeriksaan, accession number dibuat di sini
  2. File DICOM dari modalitas — ketika foto Rontgen atau CT dilakukan, accession number harus ada di metadata file
  3. ServiceRequest di SATUSEHAT — saat dikirim ke SATUSEHAT, accession number menjadi kunci untuk DICOM Router mencocokkan file dengan order yang benar

Kalau satu dari ketiga titik ini tidak sinkron — accession number yang berbeda, atau salah satu tidak ada — proses pengiriman gagal.

Kenapa accession number sering kosong di file DICOM?

Ini adalah akar masalah yang paling sering salah dipahami.

Accession number di file DICOM tidak diisi oleh PACS atau sistem secara otomatis setelah pemeriksaan. Ia diisi oleh modalitas saat pemeriksaan dilakukan — tapi hanya kalau teknisi mengambil order dari worklist sebelum memulai.

Berikut perbedaan kedua alurnya:

Alur dengan worklist (seharusnya):

  1. Admin mendaftarkan pasien di SIMRS → accession number dibuat
  2. Modalitas menarik daftar order dari worklist PACS
  3. Teknisi memilih order pasien yang tepat
  4. Saat pemeriksaan dilakukan, accession number dari order otomatis masuk ke metadata DICOM
  5. File DICOM siap dikirim — accession number sudah ada

Alur tanpa worklist (yang sering terjadi):

  1. Admin mendaftarkan pasien di SIMRS → accession number dibuat di SIMRS
  2. Teknisi input identitas pasien secara manual di modalitas
  3. Pemeriksaan dilakukan — accession number di file DICOM kosong atau diisi angka acak dari modalitas
  4. File DICOM tidak bisa langsung dikirim ke SATUSEHAT — accession numbernya tidak cocok
  5. Perlu edit manual sebelum pengiriman

Masalah bukan di alat atau di SATUSEHAT. Masalah ada di putusnya koneksi antara SIMRS dan modalitas.

Mengapa worklist sering tidak jalan?

Ada beberapa alasan mengapa alur worklist tidak berjalan di banyak faskes:

Vendor modalitas me-lock fitur MWL. Beberapa alat radiologi, terutama yang sudah berumur, datang dengan fitur Modality Worklist yang dikunci oleh vendor. Untuk mengaktifkannya, faskes perlu menghubungi vendor dan kadang membayar biaya tambahan.

PACS belum dikonfigurasi untuk serve worklist. Worklist bukan sesuatu yang otomatis ada ketika PACS diinstall. Ada konfigurasi yang perlu dilakukan — mengaktifkan MWL server, mendefinisikan format order, dan memastikan modalitas tahu ke mana harus query.

Teknisi terbiasa input manual. Kebiasaan lama susah diubah. Bahkan ketika worklist tersedia, kalau teknisi sudah terbiasa input manual, mereka cenderung melewati langkah tarikan worklist — terutama saat sibuk.

Tidak ada feedback ketika accession number kosong. Modalitas tidak memberikan warning ketika accession number tidak terisi. File DICOM tetap dibuat, terlihat normal, dan baru diketahui bermasalah ketika pengiriman ke SATUSEHAT gagal.

Tentang batasan 16 karakter yang tidak terdokumentasi

Ada satu hal penting yang perlu diketahui sebelum menentukan format accession number di SIMRS: DICOM Router dari Kemkes hanya bisa memproses accession number dengan panjang maksimum 16 karakter.

Ini tidak tercantum secara eksplisit di dokumentasi resmi. Banyak tim IT yang baru mengetahuinya setelah mengalami error yang membingungkan — ServiceRequest berhasil dikirim ke SATUSEHAT, file DICOM masuk ke folder DICOM Router, tapi tidak diproses.

Kalau format accession number di SIMRS sudah melebihi 16 karakter (misalnya kombinasi kode faskes + tanggal + nomor urut), ini perlu direvisi sebelum bisa digunakan bersama DICOM Router standar.

Kapan edit manual sah digunakan?

Edit .dcm manual menggunakan dcmmodify atau MicroDicom adalah teknik yang valid — dalam konteks yang tepat:

  • Testing dan simulasi — ketika tim IT perlu memverifikasi bahwa alur DICOM Router berjalan tanpa harus menunggu pemeriksaan nyata
  • Data historis — ketika ada file DICOM lama yang accession number-nya perlu disesuaikan untuk bisa dikirim ulang
  • Debug satu kasus — ketika ada satu file bermasalah yang perlu diperbaiki cepat

Yang tidak seharusnya adalah menggunakan edit manual sebagai bagian dari alur produksi harian untuk semua pemeriksaan. Ini tidak skalabel, rentan terhadap kesalahan, dan tidak bisa diaudit.

Alur yang seharusnya bekerja

Ketika worklist berjalan dengan benar dan semua komponen terhubung, alurnya adalah:

SIMRS buat order → accession number di-generate
→ Modalitas tarik worklist → teknisi pilih order
→ Pemeriksaan dilakukan → DICOM dibuat dengan ACSN otomatis
→ PACS terima DICOM → DICOM Router proses
→ ServiceRequest + DICOM terkirim ke SATUSEHAT

Tidak ada langkah edit manual. Tidak ada kemungkinan ACSN berbeda antara ServiceRequest dan file DICOM. Tidak ada debugging yang perlu dilakukan untuk setiap pemeriksaan.

Apa yang perlu disiapkan untuk mencapai ini?

  1. Pastikan PACS mendukung Modality Worklist dan sudah dikonfigurasi untuk serve worklist ke modalitas
  2. Koordinasikan dengan vendor modalitas untuk mengaktifkan fitur MWL jika terkunci
  3. Tentukan format accession number yang konsisten — dan pastikan panjangnya tidak melebihi 16 karakter jika menggunakan DICOM Router standar
  4. Latih teknisi untuk selalu menarik order dari worklist sebelum memulai pemeriksaan
  5. Verifikasi alur dengan beberapa pemeriksaan uji sebelum masuk ke produksi penuh

Imagestro-PACS mengelola accession number sebagai bagian dari alur order — generate otomatis saat order dibuat, sinkron ke worklist modalitas, dan tersedia di metadata DICOM tanpa langkah manual. Sistem ini juga menangani edge case seperti modalitas yang tidak mendukung worklist dengan mekanisme koreksi accession yang bisa dioperasikan dari browser. Coba Imagestro gratis untuk melihat alur ini bekerja di fasilitas Anda.

Istilah penting

Glossary singkat

Accession Number (ACSN)
Identifier unik untuk satu pemeriksaan radiologi yang menghubungkan order di SIMRS, file DICOM dari modalitas, dan data di SATUSEHAT.
dcmmodify
Tool command-line dari toolkit DCMTK yang digunakan untuk memodifikasi tag DICOM dalam file .dcm, termasuk mengubah atau menambahkan accession number.
MicroDicom
Software viewer DICOM untuk Windows yang juga memiliki fitur edit tag DICOM dasar.
Modality Worklist (MWL)
Daftar order pemeriksaan yang bisa diambil modalitas dari PACS atau sistem worklist, sehingga teknisi tidak perlu input ulang data pasien dan accession number secara manual.

Pertanyaan umum

Yang sering ditanyakan sebelum implementasi

Kenapa accession number di file DICOM sering kosong?
Accession number di file DICOM diisi oleh modalitas saat pemeriksaan dilakukan — tapi hanya kalau teknisi mengambil order dari worklist sebelum memulai pemeriksaan. Kalau pemeriksaan dilakukan tanpa menarik order dari worklist (input manual di modalitas), field accession number akan kosong atau diisi dengan nilai yang tidak sesuai dengan sistem.
Apakah accession number harus persis sama antara ServiceRequest SATUSEHAT dan file DICOM?
Ya, harus sama persis — termasuk huruf besar/kecil. DICOM Router mencocokkan accession number di metadata file DICOM dengan accession number di ServiceRequest yang sudah dikirim ke SATUSEHAT. Kalau tidak cocok, file DICOM tidak akan diproses.
Berapa panjang maksimum accession number yang bisa diproses DICOM Router?
DICOM Router dari Kemkes memiliki batasan 16 karakter untuk accession number. Accession number yang lebih panjang akan menyebabkan error saat pemrosesan. Ini adalah batasan yang tidak terdokumentasi secara eksplisit di panduan resmi dan sering menjadi penyebab error yang membingungkan.
Apakah editing .dcm manual bisa menjadi solusi jangka panjang?
Tidak disarankan untuk skala produksi. Edit manual rentan terhadap kesalahan human error, tidak skalabel ketika volume pemeriksaan meningkat, dan tidak bisa diaudit dengan mudah. Ini adalah solusi darurat yang valid untuk testing atau untuk data historis, bukan untuk alur harian.
Bagikan via WhatsApp Kirim koreksi

Umpan balik

Apakah artikel ini membantu memahami workflow PACS?

Solusi Radiologi Digital • Imagestro-PACS

Kirim Data Radiologi ke SATUSEHAT Tanpa Beban Setup Mandiri

Hubungkan alur radiologi faskes Anda—mulai dari worklist modalitas, accession number otomatis, web DICOM viewer, hingga sinkronisasi SATUSEHAT. Tersedia Free Tier untuk klinik dan rumah sakit.